7.01.2026

Oui

Doamu agar damai di hati dan pikiran kumiliki

Kuamini

Lantang sekali


Doamu agar bahagia perjalanan ini

Kuamini

Keras sekali


Terima kasihmu pada Tuhan atas hari ini

Kuamini

Nyaring sekali


Untuk doa bersama pertama kita

Terima kasih sekali

Mari lanjutkan berdoa dan bersama sampai akhir nanti 

4.26.2025

Tidak Sabar

Kepadamu pemberi kenyamanan tanpa batas 
Kuberikan seluruh rinduku, jangan kau lepas 
Inginku untuk menemanimu di setiap 
Detik yang riuh maupun senyap 

Aku tidak sabar mencintaimu lebih dalam 
Aku tidak sabar di sisimu tanpa hitungan malam 
Aku tahu kamu tidak sabar membalik penggalan kisah saat ini 
Kita pun tidak sabar untuk bersanding hingga akhir hari

4.01.2025

Waktu Berlalu

15 tahun yang lalu
Aku melihatmu begitu indah 
Begitu kuat 
Begitu rapuh 

15 tahun yang lalu 
Aku melihatmu dari jauh 
Memeluk dukamu 
Menyalami doa-doa 

15 tahun yang lalu 
Bahkan aku tak tahu mengapa aku di sana 
Bahkan aku tak tahu harus menatap siapa 

15 tahun yang lalu 
Aku ingin ikut memeluk dukamu 
Memeluk ragumu 
Memelukmu


10.04.2024

Suatu Hari Nanti

Kita akan sampai di sana

Di pekarangan rumah kita sendiri

Di tumpukan baju yang baru dicuci

Di dapur menyiapkan kopi dan pizza mie


Suatu hari

Nanti

Esok hari

Atau beberapa tahun lagi


Kita tertawa bersama di depan TV

Lalu di ruang yang sama dan tetap sendiri

Memeluk atau mengganggu sesekali

Lalu kembali bersama di depan TV


Suatu hari nanti

Bukan lagi aku tetapi kami

Bukan lagi kamu tetapi kami

2.24.2024

Mencintai Manusia

Terlena

Satu kata yang pertama terlintas

Setelah dua kata tertulis di atas


Rasanya semuanya sangat mudah

Kurasa semuanya sangat membahagiakan

Ternyata aku lupa kau juga bisa lelah

Nyatanya kau hanya manusia yang kudewakan


Aku mencintaimu, sungguh

Aku ingin selalu dipeluk kuatmu, memelukmu yang rapuh

Kau mencintaiku, katamu

Terdengar sangat keras di telingaku yang jauh

Terasa sangat hangat di kepalaku yang keruh


Aku tidak bisa memahami apakah saat ini kau sedang melangkah sendiri

Atau membiarkanku mendahului

Aku tidak melihatmu berjalan di sampingku lagi

Kau tidak ada di manapun aku mencari


Jika memang bukan saat ini, mungkin suatu hari nanti

Pada akhirnya, kau hanya manusia yang sama sepertiku

Kita hanya berbeda, kita satu tapi dua individu

Jika memang bukan saat ini, mungkin suatu hari nanti


Aku mencintaimu dengan segala kemanusiawianmu

Aku menunggumu dengan seluruh sisa waktuku