Aku berjalan sendiri berniat untuk mengunjungi tempat pertama dimana kau membayar apa yang aku pesan. Ya aku ingat, kala itu malam tahun baru, tapi aku hanya menghabiskan sore bersamamu. Kau sempat memintaku untuk bersamamu melalui pergantian taun seperti pasangan-pasangan lainnya, tapi aku menolak, entah karena alasan apa aku lupa.
Di perjalananku, hanya terpikir kamu, kamu, dan kamu. Aku kangen senyumanmu, aku kangen ceritamu, aku kangen pelukanmu, kangen semua tentang kamu. Aku tersenyum ketika pak parkir di tempat tempat yang aku tuju menunjukkan dimana aku harus memarkir motorku. “ini sebuah kebetulan” pikirku. Aku ingat persis, di tempat aku parkir motor sekarang adalah tempat pertama kali kau berani menggandeng tanganku. Itu sangat manis.
Baru dua kali ini aku mengunjungi tempat ini, waktu bersamamu dan sekarang ini. Untuk benar-benar ingin bersamamu saat ini, aku memesan makanan dan minuman yang sama seperti kala itu, haha aku benar-benar bodoh, sampai segitunya aku merindukanmu. Merindukan sepuluh tahun yang lalu.
“hei, aku lagi di Malang lo, baksonya enak :p” kukirim sebuah pesan untukmu tanpa yakin kau akan membalas atau sekedar memperhatikan pesan singkatku ini. Tapi itu tak penting, aku hanya ingin (sedikit)menarik perhatianmu. Aku bodoh, benar-benar bodoh karenamu.
No comments:
Post a Comment